Mahasiswa STT NF Merintis StartUp

Jika melihat perawakannya yang kecil dan pembawaannya yang kalem, tak ada yang menyangka dia merupakan seorang mahasiswa STT NF yang memiliki prestasi internasional di bidang teknologi informasi. Dia adalah Muhammad Isfahani Ghiyath, atau biasa disapa Isfa, peraih juara Indonesia ICT Award (INAICTA) 2014 dan juara 1 merit Asia Pasific ICT Alliance (APICTA) di tahun sama lewat karya Antivirus buatannya, yaitu Spensav.

Awal mula ketertarikan pemuda kelahiran Makasar 28 Juni 1997 itu pada komputer, saat masih kecil melihat sebuah komputer milik ayahnya yang kala itu membuka usaha percetakan. Bagi seorang anak kecil melihat sesuatu yang berbeda tentu saja membuat penasaran, dalam benak Isfa kecil muncul pertanyaan bagaimana ada sebuah layar yang bisa menghasilkan gambar dan ketika di tekan keyboard muncul tulisan yang ia kehendaki. Putra dari Muhammad Yusuf dan Marliana Muktar itu coba memberanikan diri untuk mengutak-atik komputer tersebut, namun apa daya niat hati ingin mencoba kenyataan malah berkata lain. Data yang ada dalam komputer tersebut hilang akibat keingintahuannya. Sejak saat itu ayahnya melarang Isfa untuk memainkan komputer.

Dengan dukungan sang ibu, akhirnya Isfa secara diam-diam sering berkunjung ke warung internet. Tidak seperti anak lain yang mengunjungi warnet hanya untuk bermain game online, Isfa justru datang ke warnet untuk ngoprek dan browsing serta menambah pengetahuan di bidang programming. Motivasinya semakin bertambah ketika melihat di televisi ada seorang anak yang mampu membuat sebuah antivirus bernama Alvin. Isfa pun mulai membuat aplikasi sederhana saat masih di kelas 4 SD. Seiring waktu berjalan, akhirnya ia mengikuti jejak Alvin yang membuat antivirus, saat duduk di bangku kelas 3 SMP. Sebenarnya antivirus Spensav telah rilis dengan versi Beta. Karena merasa kurang puas, ia terus melakukan pengembangan sambil mengikutkan spensav pada berbagai lomba. Hasilnya, Isfa menjadi Runner Up pada ajang TI di Singapura yang membuuka mata ayahnya, bahwa anaknya yang selama ini dianggap perusak komputer justru dapat berprestasi di bidang dengan komputer.

Pengembangan Spensav sempat terkendala kala ia berada di kelas 2 SMK yang mewajibkan siswa untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Kesibukan PKL yang menguras waktu membuat proyeknya sempat terbengkalai. Agar proyeknya tetap berjalan, ia merekrut dua orang temannya yang dikenal melalui Facebook, berasal dari Bandung dan Bogor. Selesai pengembangan Spensav akhirnya diikutkan lombak INAICTA dan meraih gelar juara, sehingga ia berhak mewakili Indonesia di ajang APICTA dan mendapat gelar juara 1 Merit.

Atas prestasi tersebut, Isfa mendapatkan Beastudi Dhuafa Berprestasi STT NF. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mereka yang memiliki prestasi dan mahasiswa yang kurang mampu dalam hal finansial. Program Beastudi STT NF memberikan Isfa tunjangan penuh selama empat tahun masa perkuliahan hingga menjadi sarjana. Banyak kampus lain yang juga tertarik untuk memberikan beasiswa kepadanya, namun Isfa lebih memilih STT NF sebagai tempatnya menuntut ilmu TI, karena menurutnya STT NF sebagai kampus teknopreneur sangat cocok dengan cita-citanya yang ingin menjadi seorang teknopreneur layaknya Bill Gates.

Terinspirasi dari Bill Gates yang sukses dengan Microsoft hingga menjadikannya orang paling kaya di dunia, Isfa mencoba untuk mengikuti jejaknya. Jalan yang dipilih yakni mendirikan sebuah StartUp bernama “Daeng Apps”. Istilah Daeng adalah panggilan khas untuk orang suku Bugis, yang merupakan tanah kelahiran dan tanah asal Isfa. Isfa menjadi CEO dan memiliki beberapa orang karyawan freelance yang dipekerjakan ketika ada proyek yang harus dikerjakan.

Daeng Apps menunjukkan kemajuan cukup optimis, selain menangani beberapa proyek saat ini juga mempekerjakan beberapa orang karyawan. Selain itu Daeng Apps kini memiliki kantor sendiri di kawasan Margonda, Depok. Kantor baru Daeng Apps didapatkan secara gratis atas dasar kesepakatan dengan sebuah perusahaan penyedia alat-alat komputer yang cukup besar.

Untuk meningkatkan bisnis StartUp, Isfa berusaha untuk menggaet beberapa investor agar memberikan investasi untuk proyek dan pengembangan Daeng Apps. Rencana terdekat, Daeng Apps menawarkan aplikasi yang sedang dikembangkan dan diikut sertakan pada ajang GEMASTIK 9, yaitu Weblocker, sebuah aplikasi filtering untuk memblock situs-situs pornografi dan situs berbahaya lainnya. Aplikasi ini nantinya ditawarkan ke perusahaan-perusahaan web browser seperti Mozilla, Google Chrome, UC Browser dan lain-lain, agar bisa menerapkan program Internet Sehat.

Isfa merasa langkahnya memilih STT NF sebagai kampus tempat melanjutkan pendidikan sangat tepat, karena lingkungan STT NF sangat mendukung kegiatannya sebagai mahasiswa dan penggiat TI. Selain itu, ia juga melihat teman-teman kuliahnya terutama yang satu angkatan memiliki banyak potensi di bidang IT, tapi mereka masih malu-malu untuk menunjukkan kemampuan atau merilis karyanya.

Dengan kesibukannya sebagai mahasiswa dan teknopreneur, Isfa tidak mengurangi keinginannya untuk berbagi ilmu serta pengalaman pada teman-teman di kampusnya. Setiap Sabtu, ia meminjam kelas yang kosong untuk acara sharing dan ngoprek bareng bersama rekan seangkatannya di kampus. Dari kelas ini, ia mengajak rekan-rekannya untuk membuat sebuah proyek bersama. Oleh karena itu, ia didaulat sebagai ketua IT Club Programming di STT NF. (Hendri Nurdiansyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *