STT TERPADU NURUL FIKRI SEBAGAI TEMPAT UJI KOMPETENSI (TUK) LSP INFORMATIKA

Setelah melalui beberapa tahap registrasi, verifikasi dan validasi – TUK STT Terpadu Nurul Fikri pada Rabu 30 Maret 2016 kemarin resmi menjalankan witness, yaitu Uji Kompetensi Perdana dari LSP Informatika di bawah pengawasan langsung Tim BNSP. Witness ini dilakukan sebagai ajang asesmen dari BNSP terhadap kesiapan TUK STT Terpadu Nurul Fikri di bawah LSP Informatika.

Pelaksanaan witness ini diikuti oleh beberapa asesor metodologi BNSP dan akademisi yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Masing-masing memilih skema sertifikasi sesuai dengan minat dan keterampilan mereka masing-masing. Total ada 28 peserta yang mengikutinya yang tersebar ke dalam beberapa skema setifikasi.

Dalam witness ini TUK STT Terpadu Nurul Fikri membuka 5 skema sertifikasi. Yaitu (1) Programmer, (2) Network Administrator, (3) ICT Project Manager, (4) ICT Auditor dan (5) Enterprise Architech. Dari ke lima skema sertifikasi itu, yang paling banyak peminatnya adalah skema sertifikasi Programmer. Yaitu ada 12 orang yg memilihnya. Sedangkan 4 skema sertifikasi yang lainnya, masing-masing hanya dibatasi sebanyak 2 s.d. 5 orang saja per skema.

Ketua LSP Informatika, Bapak Muhaemin, S.Kom, MM, M.Kom dalam kata sambutannya pada kesempatan itu menyampaikan “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak BNSP atas seluruh masukan yang telah diberikan kepada kami. Tidak lupa juga kami haturkan terima kasih kepada pihak TUK STT Terpadu Nurul Fikri yang telah memfasilitasi kegiatan Uji Kompetensi Perdana ini. Kepada para peserta uji kompetensi, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya telah mengikuti kegiatan Uji Kompetensi Perdana ini. Apabila terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan Uji Kompetensi, kami pihak LSP Informatika dan TUK STT Nurul Fikri mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya”.

Mayoritas peserta pada witness ini lebih banyak diikuti oleh dosen dari berbagai perguruan tinggi yang ada di indonesia. Mereka tampak antusias dalam mengikuti ini, karena mereka tahu persis bahwa apabila dinyataan lulus dan Kompeten pada skema sertifikasi yang mereka ikuti itu, maka mereka yang sudah berstatus Asesor Metodologi BNSP, untuk selanjutnya bisa ditugaskan sebagai Asesor Teknik terkait skema sertifikasi itu. Selanjutnya tentu saja mereka bisa ditugaskan oleh LSP untuk mengasesment para peserta uji kompetensi berikutnya.

Selain itu, secara akademisi, mereka yang telah memiliki sertifikat kompetensi tersebut akan menambah kredit point tersendiri sebagai Dosen Pengampu untuk mata kuliah terkait. Dan ini akan menambah nilai akreditasi bagi program studi di mana dosen yang bersangkutan bertugas. (mgs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *